Google yang didirikan tahun 1998 oleh Sergey Brin dan Larry Page merupakan perusahaan multinasional yang bergerak di bidang Teknologi Web, Mesin pencarian, Software, Penyimpanan awan dan juga periklanan online. Adapun kantor pusat google beralamat di 1600 Amphitheatre Parkway, Mountain View California, Amerika Serikat. Adapun setiap permintaan data pengguna google melalui jaringan internet semuanya disediakan oleh sebuah pusat data atau disebut juga Server. Mulai dari saat kita mengetik sesuatu di mesin pencari, menonton youtube, berkirim E-Mail via Gmail dan layanan google lainnya.

Bila anda bertanya, Server data terbesar didunia saat ini milik siapa? Jawabannya adalah Google. Data center Google dengan segala kecanggihannya serta keamanannya yang ekstra tinggi tersebar di berbagai belahan dunia. Saat ini tercatat ada 8000 Data center Google yang tersebar di 110 negara. Pada pertengahan tahun ini, dari masing-masing Data Center tersebut rata-rata berisi lebih 100 Server. Jadi jika dihitung ada lebih dari 800.000 Server Google yang tersebar di 110 negara dan jumlah ini bisa dipastikan terus meningkat.

Rata-rata semua sumber energi Google data center menggunakan Energi terbarukan dan sedapat mungkin meminimalkan dampak dan kerugian bagi ancaman lingkungan. Sebagai contoh sumber energi pusat data google yaitu menggunakan energi matahari, angin dan gelombang laut. Meskipun begitu, google juga menggunakan energi dari pembangkit tenaga air sebagai tambahan suplainya.

Google juga tercatat sebagai perusahaan yang sukses dalam menekan penggunakan karbon. Dimana dalam berbagai laporannya, sumber energi google mengeluarkan emisi nol persen karbon, yang berati sangat ramah lingkungan.

Sistem Keamanan Server Google

Supaya tidakada kebocoran data ke pihak yang tidak bertanggung jawab, Google menggunakan beberapa lapis keamanan. Dimana ada 6 parimeter keamanan yang digunakan, diantaranya sebagai berikut.

Keamanan Lapis Pertama. Pada parimeter pertama, yaitu batas keamanan di bagian terluar area dari pusat gedung server google. Dimana lokasinya dikelilingi oleh pagar dengan sensor sentuh dan gerak, kamera pengawas, tanda larangan dan beberapa sensor canggih lainnya. Area terluar bisa berjarak lebih dari 3 mil ke gedung utama server google. Jadi area ini memungkinkan para petugas pengawas untuk deteksi awal penyusup yang ingin masuk.

Kemanan Lapis Kedua. Di lapisan kedua ini bisa disebut sebagai parimeter aman. Di area inilah gardu petugas akan menyeleksi siapa saja orang yang keluar dan masuk ke area gedung data google. Portal keamanan akan memeriksa kartu identitas, keperluan, surat tugas dan detail lainnya bagi pengunjung. Di lokasi ini juga dilengkapi pagar pintar yang akan menghalangi kendaraan yang nekat masuk secara paksa. Petugas patroli juga silih berganti mengitari area keamanan kedua ini. Begitu juga banyak terpasang kamera CCTV yang tampak maupun tersembunyi serta sensor gerak dan suhu.

Keamanan Lapis Ketiga. Di area ini merupakan akses keamanan ke gedung data google. Dimana orang yang masuk akan melalui scan iris biometrik mata, pencocokan kembali identitas dan kartu ID. Setiap pintu masuk hanya diperbolehkan satu orang yang masuk dalam satu waktu, yang berarti harus bergantian masuk satu persatu menggunakan kunci pengaman ID card.

Kemanan Lapis Keempat. Di parimeter ini merupakan lapisan pusat operasi keamanan. Disinilah tempat para pengawas memonitor semua pengunjung, keadaan gedung dan ruangan dan semua aktivitas yang ada di server google.

Kemanan Lapis Kelima. Di lapisan kelima yaitu keamanan di gedung inti server. Dimana di dalam gedung ini kurang dari satu persen dari ribuan karyawan google yang bisa masuk kesini. Di gedung inilah ribuan hard disk dan SSD yang berisi file pengguna dan properti google tersimpan. Oleh sebab itu, pengamanan ekstra ketat diberlakukan. Untuk menjamin keamanan data penggunanya, para teknisi dan insinyur di area utama server google akan melalui pemeriksaan dan pengawasan ketat. Pemeriksaan saat masuk dan keluar serta saat melakukan aktivitasnya juga selalu terpantau kamera pengawas secara realtime.

Keamanan Lapis Keenam. Di bagian ini yaitu ruang penghancuran disk data. Dimana Hard disk atau SSD yang sudah rusak atau menurun performanya akan dicatat dan dihancurkan. Agar disk data tidak bocor ke tangan orang lain atau dicuri karyawan, maka alur penghancuran juga dibagi menjadi beberapa tahapan. Mulai dari teknisi yang memasukkan hardisk yang akan dihancurkan, lalu diambil oleh petugas lain dan diserahkan lagi ke bagian lain yang tugasnya menghancurkan disk. Google sendiri selalu mengevaluasi parimeter keamanannya setiap saat. Bahkan google juga menyewa beberapa ahli security kelas internasional untuk mencoba membobol sistem keamanan di pusat data google, yang tujuannya untuk mengetahui dimana titik kelemahannya.

Itulah mengapa sampai saat ini google masih dipercaya jutaan pengguna internet dunia karena keamanan data pengguna google aman tersimpan di lokasi yang memiliki tingkat keamanan super ketat. (***)